My Castle :)
Pangeran, Kakek, Waktu.
Senin, 13 Agustus 2012 | 11.09 | 0 comments
...Gadis itu terisak.
Lalu, Aji berkata padanya, "Aku ada cerita. Mau dengar?"

"Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang Pangeran. Suatu hari, Pangeran berangkat menyeberangi hutan dan mendaki pegunungan untuk menemui sang Putri. Hari pertama, dia kehujanan. Hari kedua, dia kepanasan. Butuh tiga hari untuk menyeberangi hutan itu. Pada hari ketiga, ia kelelahan, dan ia melihat sebuah gubuk di tepi hutan. Ia masuk ke dalam gubuk itu. Di sana, dia bertemu seorang Kakek yang sudah sangat tua."
"Kakek itu menyapanya, 'Halo, anak muda. Lo sapa?'"

Gadis itu mulai tertawa. Aji senang,bangga.
Aji melanjutkan,

"Si Pangeran menjawab 'Gue Pangeran. Halo juga'
'Ngapain ke sini?' tanya Kakek.
'Lagi istirahat, Kek. Gue nyebrang hutan mo ketemu Putriku di seberang pegunungan ini. Kakek siapa?'
'Gue? Penjaga Waktu' Kakek itu menunjuk sebuah peti di dalam gubuk. 'Gue simpan di sana dia. Tapi, gue udah tua. Musti nyerahin Waktu ke seseorang sebelum gue meninggal. Lo mau?'

Pangeran sangat senang karena akan mendapat sang Waktu dari Kakek, jadi dia mengangguk, 'Mau, mau'

'Tapi,' ujar Kakek, 'Waktu bisa bahaya kalo orang nggak pinter makenya. Nah, kalo lo gue kasih Waktu, emang lo mau apain?'
'Gini. Gue mau terus jalan, terus Waktu-nya gue percepat. Biar enggak perlu lama-lama nunggu ketemuan sama Putriku'
'Mau lo percepet? Yakin lo?'
Pangeran tidak menduga akan dapat pertanyaan itu. Dia diam dan berpikir.
'Tapi, lo kayaknya cocok buat jaga Waktu. Gini aja , lo pulang dulu, pikirin jawabannya, Entar kalo dah ketemu lo balik lagi ke sini'

Kalau dia punya Waktu, pikir Pangeran, maka dia bisa ketemu Putri kapan saja. Meskipun Pangeran udah menempuh 2 hari perjalanan, Pangeran kemabali lagi ke Kerajaan untuk diam dan berpikir. Dua hari kemudian ia kembali ke gubuk.

'Dapet jawabannya?' tanya Kakek
'Ya' jawab Pangeran
'Gimana?'
'Gue pikir, daripada mempercepat waktu buat ketemu Putri, mending gue simpen dulu selama perjalanan. Tapi, pas ketemuan nanti, Putri akan gue peluk, dan Waktu gue hentikan'
'Kayaknya, nggak jadi deh ngasih Waktu ke elo'
Pangeran kaget, 'Jawaban gue salah ya? Oke. Tapi, boleh nggak, Kek, gue minta waktu lagi? Gue pikir dulu entar balik lagi deh'

Kakek, dalam usianya yang semakim tua, mengangguk. Jadi, si Pangeran balik deh ke Kerajaan. Dia berdiam diri lagi, mikir. Sementara itu, rasa kangen ke Putri semakin dalam. Dia mencoba untuk menahan.
Kembali lagi ke hutan, Pangeran kembali kepanasa, kehujanan, sakit. Pegunungan terasa jauh sekali untuk ditempuh. Namun, Pertemuan dengan Putri terbanyang indah sehingga ia bertahan.

Ketika sampai 'Ni kesempatan lo yang terakhir' Kata si Kakek.
'Ya, Kek. Gue udah dapet jawabannya.'

"Memangnya, jawaban Pangeran apa?" tanya gadis itu. Aji terdiam sejenak.
Jawab Aji,

 "Begini kata Pangeran, 'Gue bakal gantung aja Waktu di atas pohon. Biar dia berlalu sebagaimana mestinya. Melewati musim, melewati kehidupan. Biar gue jalani semua rintangan demi ketemu Putri. Biar dia nungguin gue disana. Kalo udah saatnya kita harus terpisah jarak, biar. Biar semua itu terjadi untuk menguji kami. Gue yakin kok kita bisa ngelewatin ujian ini. Toh, gimanapun, gue bakal tetep cinta dia. Perasaaku nggak seperti itu, yang bisa hilang cuma karna jarak.' Maka sebelum ajalnya tiba, Kakek menyerahkan Waktu kepada sang Pangeran"

... :)


 from Believe, a novel by Morra Quoatro.
"They who are meant to be, are the ones who go through everything that is meant to tear them apart, and come out even stronger"




Older Post | Newer Post
Say Hello!


Assalamualaikum wr wb.. :) Happy blogging and have a nice day!

Fathiya's


About Links Entries

Stereo Hearts


Cat or Tiger?
Template by : Jaja